hot Download Terbaru :: SBD Balai:: SBD Bintek :: Spesifikasi Umum 2010 Rev.2 ::
PERBAIKI JALAN, BBPJN V ATASI KEMACETAN DI JALUR PATI-REMBANG PDF Print E-mail

jalur-pati-rembangBalai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BBPJN) V kini telah mampu mengatasi kemacetan panjang yang terjadi akibat penumpukan kendaraan di lokasi pelebaran jalan jalur Pati-Rembang. Sebagai pelaksana proyek, PPK Trengguli-Kudus-Pati-Batas Kota Rembang telah melakukan sejumlah tindakan penanganan.

Pejabat Pembuat Komitmen Trengguli-Kudus-Pati-Batas Kota Rembang, Suwito SST MT, Kamis (7/6) mengatakan, saat menerima laporan terjadi kemacetan dari arah timur sebagai akibat pengerjaan pelebaran jalan Pati-Rembang, pihaknya langsung mengerahkan pekerja lapangan untuk melakukan tindakan.

“Kemacetan tersebut terjadi karena adanya penumpukan kendaraan di lajur lintasan sebelah kanan dari arah timur sebanyak 3 lajur dikarenakan lajur lintasan jalan sebelah kiri dari arah timur sedang dilakukan pelebaran,” ujar Suwito.

Selain akibat dari pengerjaan pelebaran jalan, BBPJN V juga menerima laporan adanya kerusakan jalan di Jembatan Juwana. Kerusakan terjadi akibat penurunan Expantion joint atau jalan penghubung antara jalan ke jembatan. Expantion joint terdiri dari tiga bagian, yaitu bagian timur, tengah dan barat Jembatan Juwana. “Pada pukul 9 malam pekerja sudah mulai melakukan perbaikan ketiga titik Expantion joint Jembatan Juwana, dan selesai pukul 4 pagi,” ujar Suwito.

Untuk mengurangi kemacetan di jalur Juwana, dalam jangka panjang pihaknya sedang melakukan beberapa pengerjaan jalan di Juwana lama. Saat ini jalan Juwana Lama sedang dalam pengerjaan peningkatan struktur jalan dan penggantian jembatan Juwana Lama, setelah selesai diharapkan jalur ini dapat mengurangi kemacetan yang terjadi selama ini. “Pengerjaan itu sudah dimulai pada bulan April 2012 dan direncanakan akan selesai pada akhir tahun 2012,” ujar Juwito. (Rizal Yudha)

 

Komentar Terkini 

 
#4 2012-10-08 09:45
Kepada bpk PPK dalam pelTrengguli-Kudus-Pati-Batas Kota Rembang . Laporan informasi Pelaksanaan proyek jembatan , menurut sy, menunjukkan ketidak profesionalanny a. mestinya bulan april sudah selesai pembongkaran jembatan. namun usai pembongkaran kemudian berhenti lama, hampir 4 bulan, baru di mulai pelaksanaan pemancangan paku bumi. dan setelah paku bumi selesai, pun libur lagi hampir 2 bulan, baru mulai lagi pengerukan di skitar paku bumi. Smoga ada penegasan, pembinaan, agar pelaksanaan proyek harapan orang banyak tersebut tidak terkesan semaunya sendiri. karena di balik kebahagiaan masyarakat akan ada nya proyek tsb, ada pengorbanan saat ini, selama masa proyek berjalan, berupa debu yang banyak saat tak ada hujan, juga licin saat ada hujan. di samping otomatis iklim usaha yang mau tidak mau mengalami penurunan. mulai bakul nasi, toko, warung, bengkel & usaha yang mengandalkan lalu lintas tsb.
balas tanggapan
 
 
#3 2012-10-08 09:41
Kepada bpk PPK dalam pelTrengguli-Kudus-Pati-Batas Kota Rembang . Laporan informasi Pelaksanaan proyek jembatan , menurut sy, menunjukkan ketidak profesionalanny a. mestinya bulan april sudah selesai. namun berhenti lama, hampir 4 bulan, baru di mulai pelaksanaan pemancangan paku bumi. dan setelah paku bumi selesai, pun libur lagi hampir 2 bulan, baru mulai lagi pengerukan di skitar paku bumi. Smoga ada penegasan, pembinaan, agar pelaksanaan proyek harapan orang banyak tersebut tidak terkesan semaunya sendiri. karena di balik kebahagiaan masyarakat akan ada nya proyek tsb, ada pengorbanan saat ini, selama masa proyek berjalan, berupa debu yang banyak saat tak ada hujan, juga licin saat ada hujan. di samping otomatis iklim usaha yang mau tidak mau mengalami penurunan. mulai bakul nasi, toko, warung, bengkel & usaha yang mengandalkan lalu lintas tsb.
balas tanggapan
 
 
#2 2012-08-13 05:22
Sy adalah salah satu buruh kuli proyek pelebaran jembatan Trengguli-Rembang, dg mata kepala sy sendiri sy melihat banyak sekali praktek2 kejanggalan dalam pengerjaan proyek tersebut, sy tdk ada motivasi apapun kcl demi transparansi anggaran biaya dan keselamatan pengguna jalan. salah satu contoh yg pernah sy alami adalah mengenai campuran pasangan batu pondasi yg seharusnya minimal 1:6 tetapi pada prakteknya jauh dibawah standar mutu (SNI)dan masih banyak lagi praktek2 penyelewengan bahan demi meraup keuntungan yg banyak. bahkan antara supervisi dan pelaksana maupun pengawas lapangan ini sy indikasi ada konspirasi yg sudah diatur. kepada pejabat yg berwenang mohon ini betul2 dimonitoring scr continue demi keselamatan pengguna jalan dan transparansi anggaran
balas tanggapan
 
 
#1 2012-06-19 14:44
itu kegiatan yang sangat bagus sekali .
balas tanggapan
 

Kirim Komentar


Kode Sekuriti
Refresh