hot Download Terbaru :: SBD Balai:: SBD Bintek :: Spesifikasi Umum 2010 Rev.2 ::
TEKAN ANGKA KECELAKAAN,KEMEN PU GELAR WORKSHOP INVESTIGASI BLACKSPOT PDF Print E-mail

investigasi-blackspotBanyaknya kecelakaan yang terjadi setiap tahunnya, menjadi perhatian serius pemerintah. Sebagai salah satu penyelenggara jalan, Kementerian Pekerjaan Umum terus mengkaji permasalahan tersebut diantaranya dengan menggelar Workshop Investigasi Blackspot.

Kepala Bidang Perencanaan Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional V, Kementerian Pekerjaan Umum, Ir CH Kornel M.T.S M.Eng.SC, Rabu (30/5) dalam sambutannya mengatakan, permasalahan keselamatan jalan ini merupakan isu yang cenderung meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini permasalahan itu sudah menjadi permasalahan global dan bukan semata-mata masalah transportasi saja, tetapi sudah menjadi permasalahan sosial kemasyarakatan. Oleh karena itu, keselamatan jalan menjadi pertimbangan pertama dalam menentukan kebijakan yang menyangkut jalan raya.

Menurutnya, pesatnya pertumbuhan pemilikan kendaraan bermotor di Indonesia dalam beberapa tahun terakhir, dikombinasikan pula dengan bertambahnya penduduk dan beragamnya jenis kendaraan mengakibatkan permasalahan keselamatan jalan semakin memburuk.

Direktorat Jenderal Bina Marga, Kementerian Pekerjaan Umum, sebagai instansi yang memiliki tugas dalam mengelola jalan di Indonesia telah melaksanakan berbagai upaya dalam peningkatan keselamatan jalan. Salah satu upaya yang dituangkan dalam program peningkatan keselamatan jalan pada Pilar II Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) jalan yang pertengahan tahun 2011 lalu telah diluncurkan.

Dalam rangka mewujudkan jalan yang lebih berkeselamatan, Ditjen Bina Marga melalui Direktorat Bina Teknik, Direktorat Bina Pelaksanaan Wilayah II dan bekerja sama dengan Indonesia Infrastructure Initiative (IndII)- Ausaid melakukan Workshop Investigasi Blackspot selam dua hari 30-31 Mei di Surabaya. Tujuan dari kegiatan ini adalah untuk membantu para ahli teknik jalan dalam merencanakan, membangun dan memelihara sistem manajemen jalan yang berkeselamatan dan mengurangi angka fatalitas kecelakaan lalu lintas.

Kegiatan ini lebih diarahkan untuk mempersiapkan para peserta sebagai narasumber/trainer yang dapat melakukan kegiatan sosialisasi ke tempat kerja masing-masing terkait aspek keselamatan jalan. Kegiatan ini juga untuk membuka wawasan, memberikan pemahaman, gambaran dan simulasi bagaimana merencanakan dan melaksanakan pekerjaan jalan yang lebih berkeselamatan, serta pengaturan lalu lintas pada lokasi pekerjaan jalan yang tujuannya agar dapat meminimalisir tingkat kecelakaan yang kemungkinan akan terjadi.

Pemerhati Keselamatan Jalan dari Indonesia Infrastructure Initiative (IndII)- Ausaid, Phillip Jordan mengatakan, sangat sulit menggambarkan secara tepat besaran kecelakaan lalu lintas di Indonesia akibat banyaknya kejadian kecelakaan yang tidak terlaporkan. Menurut data resmi dari Kepolisian, jumlah kematian pada tahun 2010 adalah 31.234 jiwa. Namun hasil penelitian oleh para professional keselamatan jalan, menunjukkan angka kematian dapat melebihi 40.000 jiwa.

Secara ekonomis tabrakan di jalan sangat merugikan menghambat pembangunan ekonomi dan dapat menghancurkan kesejahteraan keluarga bila salah seorang anggota keluarga tewas dalam kecelakaan lalu lintas. Penelitian menunjukkan bahwa sekitar 63% dari keluarga meninggal akibat kecelakaan lalu lintas mengalami penurunan tingkat perekonomian.

Keselamatan pada infrastruktur jalan di Indonesia dapat ditingkatkan secara bertahap. Kecelakaan keluar jalur dapat dicegah dengan memperjelas delineasi tikungan. Keselamatan pejalan kaki dapat ditingkatkan dengan membuat ‘refugee’ yang baik, member penerangan jalan, membuat jalur pejalan kaki dan pembatasan kecepatan kendaraan. Persimpangan dapat didesain secara lebih berkeselamatan dan bahu jalan dapat dikepras.(Humas BBPJN V)

WORKSHOP INVESTIGASI BLACKSPOT WORKSHOP INVESTIGASI BLACKSPOT
 

Komentar Terkini 

 
#1 2012-06-14 02:06
salah satu faktor terjadi blackspot adalah jalan yang belum memenuhi standart khususya yang disebut jalan nasional, untuk itu Balai V harus berkonsentrasi dalam penanganaan jalan nasional terhadap standart jalan nasional itu sendiri, di jawa timur masih banyak jalan yang dibawah standart jalan nasional daripada kita hanya mengindentifika si daerah blakspot.
balas tanggapan
 

Kirim Komentar


Kode Sekuriti
Refresh