| Operasional Jembatan Sedayu Lawas Lamongan menunggu simulasi Pengaturan lalin |
|
|
|
|
Operasional Jembatan Sedalu Lawas di Kabupaten Lamongan yang kini telah selesai pembangunannya masih menunggu simulasi pengaturan lalulintas. Simulasi akan dilakukan akhir Juli, sehingga awal Agustus jembatan sudah dapat dibuka untuk umum. Pejabat Pembuat Komitmen (PKK) Proyek Pembangunan Jembatan Sedayu Lawas, Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional (BP2JN) V Kementerian Pekerjaan Umum, Ir I Nyoman Adi, Jumat (9/7) mengatakan, saat ini pelaksana proyek tengah menyelesaikan pemasangan rambu-rambu lalulintas, serta pengecatan garis pemisah lajur. Pengoperasionalan jembatan kemungkinan besar tidak menunggu acara peresmian. Karena sampai saat ini belum ada inisiatif rencana tersebut. Pada prinsipnya, jika memang jembatan sudah selesai pembangunan fisiknya termasuk pemasangan beberapa aksesoris jembatan. ”Tanpa menunggu peresmian kami akan buka jembatan tersebut,” katanya. Sampai saat ini, pelaksana proyek belum mengetahui apakah nantinya di lajur tersebut dua jembatan akan difungsikan secara bersamaan. Semua skenario pemanfaatan dua jembatan masih menunggu hasil kajian dari petugas Bimtek, Kementerian Pekerjaan Umum. Dikatakannya, jika jembatan yang lama tetap akan difungsikan, yakni dilintasi kendaraan arah Surabaya dari Tuban. Maka pemerintah dalam setiap tahunnya harus mengalokasikan dana pemeliharaan. Karena jembatan yang memiliki usia fungsional sudah lama, umumnya biaya pemeliharaannya lebih mahal. Sebab baja yang menjadi bagian konstruksi jembatan sudah banyak yang karat dan perlu pemeliharaan rutin. Jembatan Sedayu Lawas di Kecamatan Brondong, Kabupaten Lamongan dibangun sejak tahun 2009 melalui dana APBN. Jembatan tersebut merupakan jalur penghubung utama ruas di jalan pantai utara. Jembatan ini dibangun menggunakan dana APBN, karena status jembatan berada pada ruas jalan nasional. Total anggaran yang dibutuhkan untuk proyek ini sekitar Rp 35 miliar. Jembatan ini memiliki panjang bentang 150 meter dan lebar 12 meter. Kontrak pengerjaannya sistem multiyears yang berasal dari APBN 2009 dan 2010. Konstruksi jembatan dibangun dengan memiliki lengkungan diatas. Lengkungan tersebut terletak di tengah dan merupakan desain orsinil dan baru setelah Jembatan Bajul Mati di Kabupaten Malang. Pertimbangan penggunaan konstruksi tersebut karena dari segi estetika akan menciptakan keserasian antara bangunan jembatan dengan kondisi lingkungan yang berada pada kawasan wisata. Selama pembangunan, pengemudi yang melintasi ruas jalur pantura memanfaatkan jembatan lama dengan sistem buka tutup. Sistem tersebut dilakukan karena satu ruas sudah rusak dan kurang aman dilintasi. Di ruas tersebut, selain pemerintah pusat membangunan Jembatan Sedayulawas, juga membangun tiga paket jembatan lainnya. Tiga jembatan tersebut kini telah selesai dibangun dan menghabiskan dana sekitar Rp 15 miliar. |